Pasuruan, memoterkini – warga Desa Dayurejo antusias dan mengapresiasi Dari tanggal 22 hingga tanggal 23 memadati jalan Desa Dayurejo Kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan, Sabtu(23/8/2026)yang akan datang. Karnaval seni budaya ini digelar
untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke- Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Desa Dayurejo Hendik Wahono, menjelaskan acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai lembaga pendidikan, lembaga desa, hingga warga dari RT dan RW.
“Karnaval ini menjadi agenda rutin setiap tahun sekali. Di saksikan oleh ribuan Masyarakat dari desa lainya setiap RT menunjuka kan Budaya dan semangat nya antusias warganya masing2 Bahkan ada RW mengirimkan hingga dua kontingen dengan tema adat dan budaya dari berbagai daerah”, jelas Wahono,minggu (23/8/2026).
Kades Wahino, menegaskan, dalam turut serta menguri-uri budaya, melestarikan warisan leluhur ini, pihak Pemdes Dayurejo tidak memungut biaya sepeserpun.
“Kalau warga bayar iuran untuk acara karnaval nanti, itu guna menutupi operasional penyelenggaraan acara di lingkungan masing-masing seperti
sewa kostum, konsumsi, hingga penyewaan sistem suara (sound system)”, tandas Wahono,
Dalam karnaval nanti, Wahono, mengharuskan seluruh peserta karnaval untuk mengenakan pakaian busana adat atau pakaian tradisional.
“Aturan itu selain untuk menjadi momentum kemerdekaan juga menjaga nilai tradisi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan memperkuat identitas bangsa di tengah masyarakat”, terangnya.
Menurut Wahono, perayaan HUT RI yang ke-81 ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan, mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan, serta memupuk rasa persatuan, bukan sekadar eforia tanpa makna.
Guna menumbuhkan kesadaran serta peran aktif warga dalam merawat alam sekitar demi mencegah timbulnya berbagai penyakit, Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 beberapa RT RW nanti juga dirangkai dengan lomba kebersihan lingkungan di setiap lingkungan masing2
Hal yang tak kalah penting,untuk menghormati jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah membangun desa, pada tanggal 22- hingga 23Agustus 2026,Kades Wahono, bersama panitia, perangkat dan tokoh masyarakat juga akan ikut serta memeriahkan menyaksikan Dalam rangka acara krarnival Tersebut,
“Setelah itu kita lanjut dengan tasyakuran di Balai Desa bersama tokoh masyarakat dan semua ketua RT dan RW. Tujuannya sebagai wujud syukur kepada Tuhan, mendoakan para pahlawan, serta mempererat kerukunan dan persatuan antarwarga di lingkungan desa”, ucapnya.
Di kesempatan itu, Kades yang menjabat selama hampir dua periode ini juga menerapkan aturan kepada seluruh peserta karnaval untuk tidak mengonsumsi minuman keras (Miras) serta membawa Senjata Tajam (Sajam). Dan ketika atraksi, peserta hanya diperbolehkan melantunkan Lagu yang sifatnya tidak membawanya anarkisme,
Terlepas dari itu, dia juga menekankan kepada semua peserta, pada saat adzan berkumandang, operator sound system dan panitia karnaval untuk menjedanya selama 15 menit. Itu sebagai bentuk toleransi dan menunaikan ibadah shalat bagi mereka pemeluk agama Islam.
“Untuk tamu undangan yang akan duduk diatas panggung kehormatan nanti yaitu Muspika,. Semuga acara nanti bisa berjalan dengan lancar, kondusif, aman dan sukses”, Wahono mengakhiri.” Dengan Acap Salam kepada seluruh pesertanya dan para pengunjung, Nasor
