Sidoarjo, Memoterkini.com – Melihat dan mengetahui perkembangan Rehab Gedung SDN Sidodadi desa Sidodadi kecamatan Candi. Dua awak media dari Radar CNN dan MemoTerkini, proyek tersebut berjalan tanpa adanya (K3)Keselamatan, kesehatan, kerja, yang sudah menjadi keharusan untuk kelengkapan kerja proyek pemerintah ataupun proyek swasta, terlebih proyek tersebut adalah proyek pemerintah yang menjadi tolak ukur atau kiblat proyek-proyek lain. Didalam proyek tersebut tak terlihat adanya konsultan pengawas dan pelaksana memberi teguran.

Saat dikonfirmasi rekan media tukang menjawab tidak ada dan diarahkan untuk ke kepala sekolah, namun saat keruang kepala sekolah dan ruang Guru kepala sekolah SDN Sidodadi tidak ada ditempat, Kamis (16/10/2025).

Terlihat juga terekam jelas proses pencampuran semen dan pasir dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen atau mixer, sejumlah pekerja terlihat mencampur adukan semen dan pasir tanpa takaran dan menginjak-nginjak campuran tersebut dengan alat bantu seadanya cakul dan scop untuk mencampurkannya lebih merata, lalu dituangkan pada bekisting (cetakan beton)

Apakah kwalitas beton atau Cor pada bangunan/proyek pemerintah seperti ini layak…? Sebagai kepanjangan tangan dari dinas, mereka sudah dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan yang bersumber dari uang rakyat, tepatnya APBN (Anggaran pendapatan belanja negara).

Disisi lain, pihak pelaksana proyek panitia pembangunan satuan pendidikan (sesuai papan informasi proyek tidak menyebutkan CV, PT) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak digunakannya mesin molen dalam proses pengerjaan tersebut.

Pada hari Jum’at (17/10) pihak sekolah mengundang rekan media MemoTerkini dan RadarCNN untuk memberikan keterangan bahwasanya K3 ada tetapi tidak dipakai…!!! Hal itu diungkapkan oleh Kepsek SDN Sidodadi soal molen masak hanya pekerjaan pasang batu bata diperlukan? Namun kenyataannya untuk Cor. Dan untuk CV/PT memang tidak dilaksanakan oleh CV/PT karena hal tersebut bantuan langsung kementrian, tidak dari dinas pendidikan setempat, jadi untuk anggaran gambar dan pelaksanaan semua diintruksikan dari sana Tutupnya.

Diharapkan pihak terkait yakni Dinas pendidikan dan Inspektorat segera mencari solusi agar proyek dapat berjalan sebagaimana mestinya juga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Bukan resiko atau dampak buruknya di kemudian hari.
(Deni)