Sidoarjo, Memoterkini.com – Kelanjutan Proyek Rehabilitasi SDN Sidodadi yang dibangun dengan dugaan asal-asalan seperti adukan Cor dengan cara manual yang tidak merata, maka masyarakat akan meragukan kwalitas pada bangunan sangat diragukan. Lebih lanjut ketika wartawan meminta keterangan PPKom Dinas pendidikan Sidoarjo tingkat SD, “Bayu menjelaskan bahwa sebagian proyek sekolah dasar memang ada yang langsung kementrian istilahnya P2SP untuk mengetahui juklisnya coba tanya di BPMP perwakilan di jawa timur, yang saya tau program itu langsung dari Presiden, jadi untuk TPKnya semua dari sana dan anggaran ditransfer ke rekening sekolah lansung bersifat swakelola.

Lebih lanjut soal kwalitas, saran untuk pakai K3 atau alat bantu pengadukan semen atau molen dinas setempat tidak tau dan tidak ikut mengawasi hal tersebut, terlihat jelas di lapangan tidak adanya molen untuk pengecoran untuk memastikan kepadatan cor meskipun dilakukan secara manual kurang efektif

Berdasarkan fakta dan temuan team awak media, proyek sekolah dasar dari anggaran Kementerian mencakup program seperti revitalisasi dan pembangunan sekolah rakyat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta meningkatkan akses pendidikan. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan fisik seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, serta pemeliharaan seperti pengecatan, renovasi.

Harapan Media memoterkini dan Radarcnn saat ditemui di tempat tersebut juga  mengungkapkan, semua kita awasi bersama dan kita nikmati bersama untuk anak-anak kita nantinya, untuk masyarakat Sidoarjo. Menghindari praktek-praktek nakal oknum yang mencari keuntungan pribadi dari anggaran APBN maupun APBD. Semoga apa yang jadi amanah dan keinginan semua pihak dari pusat hingga kebawah membawa Sidoarjo lebih baik, bangsa yang makmur dan bersih dari korupsi pungkasnya.
(Deni)