Lampung Selatan – Hari ketiga, BPBD Lampung Selatan melakukan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tahun 2025. pada hari Kamis tanggal 20 November.

‎Sosialisasi berlanjut di Desa Waimuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

‎Hadir dalam kegiatan Sosialisasi KIE di Desa Waymuli timur yakni, Kepala Desa Waimuli Timur, BPD, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tim Destana Waymuli Timur.

‎Sosialisasi (KIE) di Waimuli Timur, acara dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, SH yang diwakili boleh Kepala bidang Pencegahan dan Kedaruratan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, SE dan didampingi oleh PLT.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, Nurma Suri,SE beserta staf.

‎Erwan Fatriansyah dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya dan tim hadir untuk memberikan sedikit pemahaman tentang KIE yang memang kebetulan sudah menjadi tugas dan Program BPBD Lampung Selatan.

‎”BPBD memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari bahaya bencana dengan memberikan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan mengurangi risiko bencana.

‎Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya di Desa Waimuli dan sekitarnya
Berlanjut Dihari Ketiga, BPBD Lamsel Sosialisasi KIE di Desa Waimuli Timur,"Salam Tangguh Salam Kemanusiaan"

‎Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,”Ucap akhir dari sambutannya

‎Berlanjut, Pemateri tentang sosialisasi KIE di isi oleh tim Basarnas Pos Bakauheni Lampung Selatan, Lampung.

‎Rezi, Koordinator Pos Basarnas Bakauheni mengatakan, kegiatan sosialisasi KIE adalah suatu hal yang penting bagi masyarakat desa yang rawan bencana, salah satunya di Desa Waimuli Timur dan desa desa lainnya.

‎”Kita mengingatkan kembali, sebelumnya desa Waimuli Timur salah satu desa yang pernah mengalami musibah atau bencana akibat gelombang tinggi pada tahun 2018 silam, hal membuat banyak jatuh korban jiwa, tetapi yang sudah terjadi biarlah berlalu, itu hanya buat gambaran kita saja, kita harus selalu siap siaga, ada pepatah yang mengatakan “Sedia Payung Sebelum Hujan”untuk itu kita tekankan kembali tujuan KIE ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat dalam mengahadapi bencana alam,”tutur Rezi.

Berlanjut Dihari Ketiga, BPBD Lamsel Sosialisasi KIE di Desa Waimuli Timur,"Salam Tangguh Salam Kemanusiaan"

‎Sesi selanjutnya tim Basarnas yang di Koordinatori Rezi memberikan materi mitigasi, evakuasi dan diskusi serta tanya jawab.

Sementara kepala desa Waymuli Timur berharap agar pihak BPBD Sosialisasi tentang KIE dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada warga tentang jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah mereka, tanda-tanda peringatan dini, serta tindakan yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

KIE dipandang sebagai landasan penting dalam upaya mewujudkan Desa Tangguh Bencana, di mana masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan merespons ancaman bencana secara efektif,”pungkasnya kepala desa Waimuli Timur

‎Terlihat dalam pantauan media ini, Acara berlangsung penuh dengan Hidmat, dimulai dari pukul 08.00 Wib hingga selesai.

(Jun)