Gresik, Memoterkini — Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menghadiri Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Angkatan III Tahun 2025 yang digelar di Gedung KPRI Balongpanggang. Kegiatan ini diikuti oleh 374 wisudawan dari 25 desa se-Kecamatan Balongpanggang dan dilaksanakan dalam dua gelombang, pagi dan siang.

Program SOTH merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di wilayah Kecamatan Balongpanggang.

Dalam sambutannya, Titik Ernawati menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, puskesmas, kader, hingga masyarakat yang telah menyukseskan program tersebut.

“Kami diundang ke Balongpanggang untuk menyaksikan sekaligus mewisuda peserta SOTH. Wisuda ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Saya berharap program ini terus berkelanjutan, karena SOTH merupakan strategi yang jitu dan strategis dalam pencegahan stunting di Kabupaten Gresik. Selama 13 kali pertemuan, para orang tua mendapatkan materi yang sangat baik untuk membentuk generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Titik Ernawati.

Ia menjelaskan bahwa wisuda kali ini masih merupakan tahap SOTH Satu. Ke depan, program akan dilanjutkan ke tahap SOTH Dua melalui BKB Emas (Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Anak Stunting). Beberapa desa di Balongpanggang telah mulai melaksanakan tahapan tersebut dan diharapkan dapat menggelar wisuda lanjutan pada tahun mendatang.

Lebih lanjut, Titik Ernawati menyoroti sejumlah permasalahan utama yang masih dihadapi Kabupaten Gresik, yakni kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, serta perkawinan anak. Pada tahun 2025 tercatat 130 kasus KDRT dengan 118 korban perempuan. Sementara itu, berdasarkan aplikasi GUS terdapat 207 kasus stunting di Balongpanggang, dan aplikasi DETAK KERIS mencatat 697 keluarga berisiko stunting. Selain itu, terdapat 166 pengajuan dispensasi nikah pada tahun 2025, termasuk 7 kasus di Kecamatan Balongpanggang.

Ia menegaskan bahwa para wisudawan SOTH diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan berbagai permasalahan tersebut di lingkungan masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Titik Ernawati juga memperkenalkan program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) sebagai bagian dari GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

“Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata sebagai Duta Keluarga Bahagia. Mari kita wujudkan keluarga Gresik yang sehat, tangguh, bebas stunting, dan Kabupaten Gresik yang kuat. Balongpanggang luar biasa, kompak, dan penuh semangat,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Balongpanggang, Nur Salim, S.H., M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya perhatian orang tua terhadap pola asuh anak yang tepat, kecermatan dalam memilih makanan, serta penerapan pola hidup sehat.

Menurutnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi anak-anak saat ini. “Generasi sehat, generasi cerdas, generasi kuat, dan generasi emas akan lahir dari perhatian kita bersama,” pungkasnya.( BLK )