Bojonegoro, memoterkini – Pemberitaan terkait dugaan penyelewengan dan pengurasan BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah titik penyaluran di wilayah Kabupaten Bojonegoro hingga Kabupaten Blora kian mencuat dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Nama yang kini tenar dibicarakan publik adalah sosok berinisial Jabrik, yang diduga menjadi otak di balik praktik penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi tersebut.

Masyarakat menilai hingga saat ini aparat penegak hukum terkesan belum bergerak cepat, seolah-olah melek mata membiarkan aktivitas tersebut terus berjalan. Keresahan ini semakin meluas karena dugaan praktik ilegal ini terang-terangan merugikan kepentingan masyarakat luas yang membutuhkan pasokan BBM bersubsidi.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Bojonegoro kini secara tegas meminta kepada Polda Jawa Timur maupun Polda Jawa Tengah untuk turun tangan secara serius. Warga mendesak agar perintah Kapolri terkait pemberantasan mafia BBM bersubsidi segera dilaksanakan di lapangan tanpa pandang bulu.

Publik menuntut agar tidak ada lagi sikap abai atau perlindungan kepada pihak tertentu. Masyarakat berharap penegakan hukum berjalan tegas, transparan, dan mampu membongkar jaringan yang selama ini menguras pasokan BBM bersubsidi milik negara.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kami juga terus menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum terkait penanganan kasus ini.