Lampung Selatan – Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penanggulan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan peningkatan Kapasitas tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana. Pada hari Jum’at 28 Agustus 2026
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh kepala pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, SH didampingi Sekretaris dinas, Nanang Hadiyana, S.Kom., M.M., Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, SE beserta Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurma Suri , SE serta Instruktur dari anggota Kodim 0421/LS dan dihadiri 25 peserta pelatihan yang ikut serta kegiatan peningkatan kapasitas TRC Bencana.
Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan oleh Mars Bencana.
Dalam sambutan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lampung Selatan, Maturidi, SH menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, kesiapsiagaan, serta profesionalisme personel TRC dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
”Pelatihan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan disiplin kerja Tim Reaksi Cepat.
“Kami berharap pelatihan ini mampu membekali peserta dengan keterampilan dan etos kerja yang lebih baik, sehingga mereka dapat membantu masyarakat Kabupaten Lampung Selatan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Lanjut, Maturidi, SH juga menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Selatan memiliki karakteristik wilayah dan kondisi geografis yang menghadirkan berbagai potensi ancaman bencana baik banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, maupun kebakaran hutan dan lahan.
Sehingga keberadaan TRC memiliki peran yang sangat penting karena tim ini merupakan salah satu unsur yang berada di garis terdepan dalam penanganan kejadian bencana, khususnya pada tahap awal setelah terjadinya suatu bencana,” katanya
Menurutnya lagi, kecepatan dalam menerima informasi, melakukan kaji cepat, mengidentifikasi kebutuhan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, serta menyampaikan informasi yang akurat menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan penanganan bencana.
Oleh karena itu, kemampuan anggota TRC tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Diperlukan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan, kedisiplinan, kemampuan berkoordinasi, serta pemahaman terhadap prosedur penanganan bencana yang harus terus ditingkatkan dan diperbarui,” ujarnya.
Pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Instruktur Kodim 0421 LS yang membahas penguatan upaya pencegahan bencana, kesiapsiagaan personel, serta peran strategis TRC dalam mitigasi dan respon awal kebencanaan

Koordinator lapangan (Korlap), Nurma Suri, SE sekaligus Plt.Kabid disaat pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas TRC BPBD Lampung Selatan yang hadir dengan tepat waktu siap bergerak untuk melaksanakan tugas mulia dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas.
”Tujuan mengadakan peningkatan kapasitas TRC agar personel semakin cepat dan tepat dalam merespons kejadian darurat, melakukan kaji cepat, serta mengutamakan keselamatan. Anggota TRC juga dilatih menjadi sumber informasi awal yang objektif dan akurat,”ungkapnya 
Sementara Kabid Erwan Fatriansyah, SE, dirinya juga berharap kegiatan selama berjalan mulai sejak hari Jum’at tanggal 28 Agustus hingga hari minggu 30 Agustus 2026, semoga kegiatan peningkatan kapasitas TRC Bencana ini menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme dan kesiapan seluruh anggota TRC dalam melaksanakan tugas di lapangan.
”Kami juga menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, keselamatan, dan koordinasi dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya

Kegiatan berlangsung ke pemberian materi yang diberikan yaitu Sesi 1.1, Konteks Bencana di Indonesia diharapkan para personil dapat memahami macam kejadian bencana di Indonesia dan potensi bencana di masa depan. Sesi 1.2 yaitu materi tentang Kebijakan Penanggulangan Bencana di Indonesia, dengan adanya materi ini output yang bisa didapat yaitu dapat memahami upaya penanggulangan bencana di Indonesia.
Sesi 1.3 tentang Siklus Penanggulangan Bencana, output dari materi ini adalah memahami setiap tahapan dalam penanggulangan bencana terutama pada saat masa tanggap darurat. Hari pertama ditutup dengan sesi 1.4 yaitu Kode Etik dan Standar dalam Penanggulangan Bencana, output dari materi ini diharapkan para personil mengetahui dan paham kode etik dan standar dalam menanggulangi bencana yang sedang terjadi.
Red

