probolinggo : Memoterkini.com – Pekerjaan proyek rehabilitasi gedung sekolah SMPN 1 Bantaran Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo diduga silumaan. Pasalnya pembangunan atau rehabilitasi gedung tersebut tidak memaparkan papan informasi proyek atau pagu anggaran berapa tidak jelas. Sehingga sebagian warga menanyakan berapa volume kerja nilai proyek dan kontraktor pelaksana proyek. Sabtu (12/08/23).

Salah satu sumber menyebutkan penting sebagai informasi bahwa kewajiban memasang plang papan nama yang sudah di anggarkan Tertuang dalam peraturan Presiden,,(pepres) Nomer 54 Tahun ,2010 dan pepres Nomer 70 2012.

Dijelaskan sumber regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang sudah di biayai Negara wajib memasang papan nama proyek, papan nama proyek tersebut di antaranya memuat kegiatan, lokasi proyek nomer kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan proyek.

Namun dengan tidak terpasangnya plang papan nama pada proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan pepres. Tetapi tidak sesuai dengan transparasi yang dituangkan pemerintah dalam Undang undang nomer 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” tegasnya.

Waktu awak media melaksanakan investigasi ke lokasi proyek di SMPN 1 Bantaran Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Hanya bertemu seorang pekerja yang mengaku mandor setelah itu mempertanyakan siapa pelaksana yang bertanggung jawab, mendor tersebut kalau terkait papan dan lainya langsung ke pak didik,” Jelasnya.

Diduga Siluman Proyek Rehabilitasi Gedung SMP Negeri 1 Bantaran Probolinggo

Habis itu mandor tersebut memberi nomor kontak seluler namun waktu kami telepon tidak mau angkat, agar tidak terjadi mis komunikasi saya meminta mandor telepon yang katanya namanya pak didik, akan tetapi jawabnya, saya dari tadi sudah telepon terus gak enak kalau saya telepon lagi pak. Pada akhirnya awak media tidak memaksa mandor langsung pergi.

Lebih lanjut seharusnya dari pihak dinas terkait transparan, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Upaya wartawan mengorek informasi dimana letak plang papan nama proyek, awak media mencoba menemui salah satu pekerja proyek rehabilitasi sekolah tersebut yang enggan di sebutkan namanya mengatakan,” kami cuma pekerja di sini kalau plang proyek saya tidak tau, itu memang tidak ada disini. Dan pihak dari dinas pun belum ada datang. Masalah itu harus langsung tanya ke kontraktor atau pelaksana,” pungkasnya.

Nazor)