Bangkalan, Memoterkini.com – Jawa Timur, Diduga Proyek Bedah Rumah, Desa Soket Laok Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan. Proyek siluman yang tidak sesuai aturan undang-undang
Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 45 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 di mana yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik atau yang lainnya, yang dibiayai oleh
Negara Wajib memasang papan proyek.

Baik memuat jenis kegiatan lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,”

Ketika awak media menanyakan kepada salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan, sejak proyek ini dikerjakan sampai saat ini tidak pernah kami melihat yang namanya papan nama proyek di lapangan dan kami pun cukup heran proyek sudah berjalan tapi papan proyek tidak nampak serta anggaran pun tidak kami tahu berapa besar nominalnya dan kami pun tidak tahu jika anggaran ini sumbernya dari mana ungkap salah seorang warga setempat tersebut.

Sementara itu, Ketika awak media ini menghubungi Bapak camat, beliau menuturkan bahwasanya tidak tau tentang proyek tersebut datangnya dari mana, Cobak mas tanyakan ke Danramil siapa tau beliau mengetahui, dan disamping itu pula kepala desa juga bilang tidak ada proyek Bedah rumah di Desa Soket Laok mas padahal didesa soket laok ada, akan tetapi pemangku wilayah desa dan Kecamatan tidak tau, sangat lucu sekali kan, Diduga proyek siluman ini ujarnya salah satu warga Kecamatan Tragah.

Bahwasanya kalau ada proyek, aturanya ada papan nama proyek, akan tetapi ini tidak dipasang papan Nama karena takut ketahuan alias tidak keterbukan publik.

Saat awak media ini meninjau ke lapangan, ini Cukup disayangkan yang mana proyek Bedah Rumah ini yang ada di Desa Soket Laok Dusun Gundul tidak ada papan nama proyek dan diduga ini adalah proyek siluman. Dan tentunya hal ini menjadi pertanyaan masyarakat.
Jadi tanda tanya besar proyek apa dan anggaran dari mana, tentunya hal ini cukup disayangkan.

Karena tidak adanya pengawasan yang ada di lapangan terkait proyek Bedah rumah yang ada di setiap titik kampung, maka dari itu kami minta pihak yang bersangkutan agar turun ke lapangan untuk mengawasi pekerjaan fisik di setiap desa.
(Mzl)