‎JEMBER — Ramai dugaan yang sempat beredar di masyarakat kini terbukti nyata: kabar bahwa lokasi perjudian sabung ayam di Desa Sumberejo–Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, sempat ditutup ternyata tidak benar sama sekali.

Faktanya, lokasi tersebut tidak pernah tutup dan tetap beroperasi terus tanpa henti, terang-terangan menyambut pengunjung dan menyelenggarakan kegiatan taruhan, tanpa satu pun tindakan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Polres Jember.

Bahkan yang lebih memprihatinkan, ternyata bukan hanya di satu lokasi itu saja — praktik perjudian sabung ayam di Kabupaten Jember ternyata menjamur di banyak lokasi lain yang tersebar di berbagai kecamatan, namun seakan tak tersentuh hukum.

‎Tidak Pernah Ditutup! Tetap Buka Terus & Tetap Ramai — Dimana Penindakan Aparat?!

‎Pantauan awak media di lapangan membuktikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat bukan sekadar isu. Lokasi tersebut tidak pernah berhenti beroperasi. Setiap hari tetap ramai, aktivitas berjalan seperti biasa, tidak ada penyegelan, tidak ada papan pengumuman penutupan, tidak ada tanda-tanda campur tangan aparat penegak hukum sama sekali.

‎”Kabar mau ditutup itu cuma isu supaya publik diam. Faktanya tetap buka terus, setiap hari ramai, tidak ada yang berkurang. Tidak ada aparat yang datang, tidak ada yang memeriksa, tidak ada yang menindak. Ini bukan sekadar dibiarkan — ini sudah terang-terangan diabaikan hukum!” tegas salah satu warga yang memantau langsung kondisi di lapangan.

‎Bukan Satu Lokasi! Ternyata Menjamur di 8 Lokasi Berbeda di Jember

‎Yang justru jauh lebih mengkhawatirkan dan memprihatinkan: berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, praktik perjudian sabung ayam di Kabupaten Jember ternyata jauh lebih luas dari yang diketahui publik. Tidak hanya di Wuluhan saja, melainkan tersebar di banyak lokasi lain yang beroperasi secara terbuka dan leluasa, antara lain:

‎📍 Kalisat
‎📍 Pace
‎📍 Sumbersari
‎📍 Lapangan Tembak
‎📍 Balung
‎📍 Karang Duren
‎📍 Tanggul
‎📍 Dan masih banyak lagi

‎Artinya, lokasi di Wuluhan hanyalah satu dari sekian banyak arena judi sabung ayam yang beroperasi di Kabupaten Jember. Praktik ini sudah menjamur dan menyebar ke berbagai kecamatan, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penindakan yang serius dan menyeluruh dari pihak kepolisian setempat.

‎”Satu lokasi saja tidak pernah ditutup apalagi yang lain. Ini bukan lagi soal tidak tahu — ini sudah terkesan sengaja dibiarkan. Di mana-mana ada, setiap lokasi ramai, tapi tidak ada yang disentuh. Kapan hukum akan berlaku di sini?” ujar warga lainnya dengan nada kecewa mendalam.

‎Kapolres Jember AKBP Alaiddin Masih Bungkam — Dimana Tanggung Jawabnya?

‎Di tengah maraknya perjudian yang semakin merajalela di berbagai lokasi tersebut, Kapolres Jember AKBP Alaiddin hingga saat ini masih bungkam seribu bahasa. Belum ada keterangan, belum ada klarifikasi, belum ada penjelasan mengenai langkah apa yang sedang atau akan diambil untuk memberantas perjudian yang sudah menjamur ini. Ketiadaan respons dari pimpinan tertinggi kepolisian di Jember justru semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa ada hal yang sengaja ditutup-tutupi atau memang tidak ada kemauan untuk menindak.

‎”Sudah lama kasus ini mencuat, sudah banyak lokasi yang diketahui, tapi sampai sekarang tidak ada pernyataan apa pun dari Kapolres. Apakah ini bukan tanggung jawabnya? Atau memang sengaja dibiarkan begitu saja? Diamnya beliau ini justru semakin membuat kami yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres,” tegas perwakilan warga.

‎Publik Berharap Polda Jatim Segera Turun Langsung — Jangan Biarkan Judi Menjadi Wabah!

‎Melihat kondisi yang semakin memburuk dan ketidaktegasan yang ditunjukkan oleh Polres Jember, harapan masyarakat Kabupaten Jember kini sepenuhnya tertuju kepada Polda Jawa Timur. Masyarakat memohon agar Polda Jatim segera turun langsung ke lokasi-lokasi tersebut, melakukan penindakan menyeluruh tanpa pandang bulu, dan mengusut tuntas mengapa perjudian bisa menjamur begitu luas tanpa ada yang berani menindak.

‎”Kami sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi dari Polres Jember. Terlalu banyak hal yang dibiarkan, terlalu banyak hal yang mandek. Kami memohon kepada Polda Jatim untuk datang sendiri ke sini, cek satu per satu lokasinya, dan berikan keadilan yang sesungguhnya. Jangan biarkan perjudian menjadi wabah di tanah Jember, dan jangan biarkan hukum dijadikan barang main-main di depan mata rakyat!” seru warga dengan nada lantang dan penuh harap.

‎Hingga berita ini dimuat, seluruh lokasi yang disebutkan dikabarkan masih tetap beroperasi tanpa ada gangguan apa pun dari aparat penegak hukum. Polres Jember maupun Kapolres Jember AKBP Alaiddin hingga saat ini belum memberikan keterangan apa pun. Polda Jatim juga belum memberikan pernyataan terkait kasus yang kini menjadi sorotan masyarakat luas.